Sebagai mukjizat terbesar lagi teragung yang di amanahkan oleh Allah kepada Nabi termulia Muhammad SAW, sudah selaknyalah memiliki keistimewaan yang tak dimiliki oleh mukjizat yang pernah diberikan Allah kepada para Rasul sebelumnya. Disini penulis hanya menghidangkan sebagian kecil dari kebesaran kemukjizatan al- Qur’an.
Al-Qur’an datang dengan membuka lebar-lebar mata manusia agar mereka menyadari jati diri dan hakikat keberadaan mereka di pentas bumi ini. Al-Qur’an diturunkan oleh Allah bukan untuk disia-siakan atau dijadikan pajangan dan hiasan, melainkan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya guna menambah keimanan orang yang sudah beriman dan mengajak untuk menjadikan beriman orang-orang yang belum tersentuh keimanan kepada al-Qur’an.
Al-Qur’an didatangkan oleh Allah melalui Muhammad SAW juga sebagai pengingat mereka yang terlena karena dunia, penegur mereka yang tidak lagi ingat bahwa kehidupan ini hanya diawali dengan kelahiran dan akan diakhiri dengan kematian.
Al-Qur’an mengajak manusia berpikir tentang kekuasaan Allah. Dengan berbagai argumentasi, kitab suci itu juga mengajak untuk membuktikan keharusan adanya hari kebangkitan dan bahwa kebahagiaan mereka ditentukan sendiri oleh tingkah laku mereka selama mereka hidup di dunia yang nantinya putusan yang Maha Adil Allah SWT yang menentukan ke arah mana mereka kan di tujukan.
Al-Qur’an yang diyakini sebagai firman-firman Allah, merupakan petunjuk mengenai apa yang dikehendaki-Nya. Al-Qur’an memberikan pilihan kemana sebaiknya manusia harus melangkah untuk menggapai ridha-Nya dan arah mana yang harus dijauhi karena mendekatkan pada murka-Nya.
Rasulullah SAW yang menerima al-Qur’an dan yang paling tahu tentang kandungannya, melukiskan al-Qur’an sebagai “di dalamnya terdapat kabar masa lampau, berita masa datang, tidak lekang oleh panas, tidak lapuk oleh hujan, tidak berhenti keajaibannya, dan tidak pula usang oleh banyaknya diskusi tentangnya.”
Kabar yang beliau maksud bukan berarti seluruh kabar masa lampau dan berita masa datang diberitakan oleh al-Qur’an. Yang sebenarnya adalah kitab suci ini tidak akan berhenti keajaibannya. Karena kalimat-kalimatnya sedemikian padat dan sarat makna sehingga, apa yang dihidangkannya dapat selalu segar dan baru. Batapa seluruh kandungan dan keistimewaan al-Qur’an dapat dihidangkan, sedangkan kemampuan manusia amat sangat terbatas, dan keberadaannya di muka bumi ini terikat oleh waktu.
Kamis, 04 Oktober 2007
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar