Kamis, 04 Oktober 2007

Orang yang Beruntung dan Orang yang Merugi


Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (Al-A’raf 7-10).



Manusia yang beruntung adalah manusia yang selalu berusaha memperbaiki diri dan jiwanya, karena ia tahu bahwa diri dan jiwanya lah yang paling berhak tuk diperhatikan dan diluruskan. Sedangkan manusia yang merugi adalah manusia yang tak henti-hentinya mencari-cari kesalahan-kesalahan orang lain, tanpa sadar bahwa sebenarnya, diri dan jiwanya sedang kehausan petunjuk dan sedang menanti bimbingan nya sendiri.

Setiap manusia diberi kesempatan untuk memilih jalan yang akan dia tempuh. Manusia dianugerahkan akal dan hati oleh Allah Swt bukan untuk disia-siakan, melainkan untuk digunakan dengan sebaik-baiknya. Dengan itu semua, sepatutnya lah manusia bisa membedakan antara yang baik dan buruk. Namun itu semua tergantung kesungguhan dari manusia itu sendiri dalam menggunakan akal dan hatinya. Bila ia bersungguh-sungguh, tentunya Allah pun tak akan segan-segan memberikan petunjuk dan bimbingan kepadanya, karena Allah Maha tahu, dan dengan keMaha tahuan-Nya Ia lebih tahu kepada siapa seharusnya hidayah itu di tujukan. Penulis berharap termasuk orang yang ditunjuki oleh Allah Swt menuju jalan yang di ridhoi-Nya. Dan penulis berdo’a, untuk yang membaca tulisan ini, semoga mereka semua termasuk orang yang bersungguh-sungguh ingin memperbaiki dirinya hingga mendapatkan petunjuk-Nya. Amin Ya Rabbal a’lamin.


Dan insya Allah tulisan ini bisa mengantar pembacanya tuk menuju hidup yang lebih baik dan lebih berarti di dunia dan di akhirat kelak.

0 komentar: