Rabu, 19 Desember 2007

KARYAku karena-MU

WAKTU TERUS MENUJU KE ARAHNYA
WAKTU TERUS MENUJU KE ARAHNYA
WAKTU TERUS MENDEKATINYA
WAKTU TERUS MENDEKATINYA
WAKTU TERUS TERUS PERGI
WAKTU TERUS MELANGKAHKAN KAKI
WAKTU TERUS BERLARI TUK MENEPATI JANJI PADA ILAHI

MANUSIA……
SEKARANG KAMU TERTAWA
SEKARANG KAMU ASYIK TERTAWA
MANUSIA……
SEKARANG KAMU LUPA…
SEKARANG KAMU LARUT DALAM LUPA….
MANUSIA…
SESUNGGUHNYA KAU MENDEKATI DERITA
SESUNGGUHNYA KAU MENDEKATI BENCANA
SESUNGGUHNYA KAU MENDEKATI SIKSA
SESUNGGUHNYA KAU SEDANG TERLENA
SESUNGGUHNYA TANPA SADAR KAU TELAH MENDEKLARASIKAN KEDURHAKAANMU PADA-NYA

MAKA BANGUNLAN DAN JANGANLAH BERPUTUS ASA
MAKA SADARLAH
LALU MENDEKATLAH

SESUNGGUHNYA MAHA LUAS KASIH DAN SAYANGNYA…


ZIA EMIL IHSAN
13/12/07=0:46


dunia TERTAWALAH
KARENA KEBERHASILAN-mu MEMBUAT-ku MEMUJI DAN MEMUJA-mu

dunia TERTAWALAH
KARENA KEBERHASILAN-mu MEMBUAT-ku MENGEJAR-mu

dunia TERTAWALAH
KARENA KEBERHASILAN-mu MEMBUAT-ku MENANGIS KARENA-mu

dunia TERTAWALAH
KARENA KEBERHASILAN-mu MEMBUAT-ku MENCINTAI-mu

dunia TERTAWALAH SEPUAS-mu, TERTAWALAH SEPUAS-mu ATAS KEBERHASILAN-mu MEMBUAT-ku BERTEKUK LUTUT TERHADAP-mu

dunia TERTAWALAH, GEMBIRALAH, BERSENANG2LAH SEMAU-mu ATAS KEBERHASILAN-mu MENJADIKAN-ku SEBAGAI BUDAK-mu
SAHABAT….

RELAKAH kamu MELIHAT dunia TERTAWA SEDANGKAN kamu DILANDA DERITA DI AKHIRAT SANA?

RELAKAH kamu MENDERITA HANYA KARENA KENIKMATAN dunia YANG FANA LAGI SEMENTARA?

SADARLAH
JANGAN SAMPAI kamu DIBUTAKAN OLEH-nya

SADARLAH
JANGAN SAMPAI kamu DIBUAT LUPA DAN TERPEDAYA OLEH-nya

SADARLAH
PERTANGGUNG JAWABAN-mu DITUNGGU SANG KUASA

SADARLAH
JANGAN SAMPAI kamu MENYESAL DI ATAS SANA
JANGAN SAMPAI kamu MENYESAL DI ATAS SANA
JANGAN SAMPAI kamu MENYESAL DI ATAS SANA


ZIA EMIL IHSAN
14/12/07-22:55



Aku tak berdaya apa-apa
Kamu begitu jua
Kita adanya tiada beda
Semua sama tak punya daya

Waktu ada ditangannya
Nyawa ada pada kuasa-Nya
Manusia tak tahu apa
Manusia hanya mengira
Manusia hanya merasa

Kepastian tak tahu bagaimana
Kepastian ada pada ketetapan-Nya
Kepastian ada dalam pengetahuan-Nya
Semua berawal dan berakhir pada-Nya

Aku tak bisa menjamin sampai kapan nyawaku berada
Kamu tak bisa menjamin sampai kapan nyawamu berada
Kita tak bisa menjamin sampai kapan nyawa kita berada
Aku, kamu, kita tiada tahu kapan ajal tiba

Mari senantiasa mohon ampun pada-Nya
Mari senantiasa mohon kasih dan sayang-Nya
Mari senantiasa mendekatkan diri pada-Nya
Mari senantiasa mohon dijauhkan dari siksa dan murka-Nya

Zia Emil Ihsan
14/12/07-00:10

Tiadakah kamu manyadari akan nafasmu
Tiadakah kamu manyadari akan hatimu
Tiadakah kamu manyadari akan mulutmu
Tiadakah kamu menyadari akan hidungmu
Tiadakah kamu manyadari akan telingamu
Tiadakah kamu menyadari akan matamu
Tiadakah kamu manyadari akan kedua tanganmu
Tiadakah kamu manyadari akan kedua kakimu
Tiadakah kamu menyadari akan perutmu
Tiadakah kamu menyadari akan semua anggota tubuhmu yang kan dipertanyakan tentang segala perbuatannya di akhirat kelak??????

Jaga dan peliharalah apa yang dititipkan-Nya

Karena semua
Kan kembali pada-Nya

Zia Emil Ihsan
16/12/07-01:03


Ku mau tau kamu
Ku mau tau tentang kamu
Ku mau tau segala tentang kamu
Ku mau kamu

Ku mau tau kamu karena ku ingin mengenalmu
Ku mau tau tentang kamu karena ku ingin menjadi apa yang kamu mau
Ku mau tau segala tentang kamu karena mungkin ku bisa dekat dengan mu
Ku mau kamu mungkin begitu

Ku mau tau apa yang kamu benci
Ku mau tau apa yang kamu tiada sukai
Ku mau tau apa yang kamu tak mau mengerti
Ku mau tau apa yang kamu mau dan tak mau

Jika ku tau apa yang kamu mau
Jika ku tau apa yang tidak kamu mau
Mungkin aku bisa mengasihimu
Mungkin aku bisa menyayangimu

Tapi ku yakin semua itu tergantung padamu
Tapi semua itu tergantung pada Tuhan-mu dan Tuhan-ku
Tuhanku Tuhanmu adalah Satu
Satu adalah Tuhanku dan Tuhanmu

Zia Emil Ihsan
17/12/07.19:47

0 komentar: